Thursday, November 29, 2007

I Love You








I Love You
Is this what they called madness?
That what I called love?
Or shall I recall
Every moment we share
To find and search
-Which word;
-Which time;
-Which place;
Proved our love
or I just let it be
for I Love You too
and I can't deny it.

Kesal Ku

Maafkan lah aku kawan
telah terlalu lama
kita tidak berbicara;
aku yang membisu di sini
bukan melupai nilai persahabatan;
hanya mencari ruang
buat ku mengemis peluang
untuk menyatakan segala kesalan.

Maafkan aku kawan,
bicara ku yang lalu,
amat biadap ku rasakan;
meski tidak kau berkata
namun sesekali dingin bayu dari desa ku
membawa bahang yang panas di kota ku.

Sekali ini,
maafkan aku kawan,
tidak akan ku ungkit kembali cerita lama - yang semestinya melukakan
Hanya...
harapan ku
izinkan aku menyiram kembali
pepohon persahabatan dengan sari mawar
diiringi keikhlasan
agar kembali segar dan mekar
dan semoga kita bisa berbicara lagi.

Hikayat Sang Pencinta




Dulu,
kau pernah bertanya
mengundang sekeping hati ini,
untuk menjaid milik mu.
Dan aku
hadir bersama harapan
agar kau tidak mempersiakan diriku.
Pernah juga kau bertanya
apa aku tidak menyesal memenuhi permintaan mu?
Lantas aku tersenyum,
dan kau tahu ertinya.
Tapi,
seperti dongengan rakyat,
si pengail dan puteri bongsu
yang telah hilang baju lelayangnya,
itulah dirimu dan diriku
dan aku tahu noktahnya di sini.
Kini,
kau kembali
membuka tirai Hikayat Malim Deman,
mencari kekasih yang telah dikecewakan,
Kau memujuk hati ini agar menjadi milikmu,
lantas aku bertanya,
kemanakah cinta mu selama ini?
Aku tahu,
penyesalan itu ada di rongga dada mu.
Hati ini berbisik,
"untuk apa menyesali cinta yang tak pasti
kerana hari ini ia akan kembali
esok ia akan pergi...
hilang dalam kekesalan yang tak sudah..."

Wednesday, November 28, 2007

Suratan Atau Kebetulan

Mengapa..Rindu Datang Lagi Berhadapan..
Menjerut Jiwa Tersedia Berpenghuni Kenyataan..
Bukan Dicari..Ia Datang Sendiri secara Kebetulan..
Menjadikan Malam Suram Bercahaya Kembali Mampan..

Kenapa..Aku Yang Terpilih Untuk diberi Dugaan..
Tatkala Kebahagiaan Tidak Mahu Berdalih Walau Sepapan..
Merantai cinta.. Memeluk Kalbu Pengharapan..
Membangkitkan Amarah Sang Penunggu Yang DiAmanahkan..

Dimana..Engkau Temui Rindu Itu Duhai Teman..
Dalam Hati..Atau Suratan Kamu sekelian..
Rasanya Tidak Perlu..Kamar Rinduku Sudah Ada Tetamu Sezaman..
Bukan Menolak..Tetapi Takutkan Bergolakan..

Kemana..Kemana Nak ku Letakkan..
Jika Ruang Ini..Sudah Sempit Dengan Pengucapan..
Namun Kedegilan Mencetuskan Kemarahan..
Masihkan Mahu Di Teruskan..
Andai Bunga Yang Dirindu..Sudah Berteman..

Bagaimana..Dua Rindu Satu Hati Ditakdirkan..
Terbahagikah Kebahagiaan Setiap Masa dan Peredaran..
Sanggupkah di Kongsi Sesama Meneruskan..
Tidak Pernah Wujudkah Lafaz Cemburu dan kebosanan..
Atau Permusuhan Akan Berlagu-lagu Dahagakan Kemenangan..

Macamana..Harus Hakim Hati Membuat Keputusan..
Antara Tuntutan Akal berlawan Fikiran..
Keduanya Punya Kelebihan..
Hanya Sang empunya Hati Bebas Tentukan..
Samada Memilih Suratan Atau Kebetulan..