Love is a undefination thing
who make good anythink
can make smile in the sadnessand
and make cry in the happiness
It can fly in the wing
turn on in the landmake
some one still to life
with the kind of beyond belive
Love is not only a beautyful thing
but also stuped thing
make a smile and cry
in the life or die
Love is a friendship
many people want to get it
I don't know why it happen
this situation make 'love'
undefination......
Sunday, April 26, 2009
Kuakui..
Kuakui….seringkali kumenyakiti hatiMu
Menoreh luka didiriMu
Berkali-kali aku mohonkan maafMu
Dan berkali-kali pula Kau berikan maaf itu.
Kembali… ku menyakitiMu
MeninggalkanMu demi egoku
MelupakanMu demi kesenanganku
Tapi…kelembutanMu ingatkanku
Air mataku mengalir deras…..
Mengingat kasihMu yang tanpa batas
Mengingat kesabaranMu akan keakuanku
Mengingat kelembutan sinar dimataMu
Maafkan aku……
Maafkanlah aku….
Izinkan aku kembali padaMu
Izinkan aku merasakan lagi kasih itu
Aku mencintaiMu…..
Jujur…aku sangat mencintaiMu
Takkan pernah kutinggalkan lagi cinta ini…
Itu janjiku……..
Menoreh luka didiriMu
Berkali-kali aku mohonkan maafMu
Dan berkali-kali pula Kau berikan maaf itu.
Kembali… ku menyakitiMu
MeninggalkanMu demi egoku
MelupakanMu demi kesenanganku
Tapi…kelembutanMu ingatkanku
Air mataku mengalir deras…..
Mengingat kasihMu yang tanpa batas
Mengingat kesabaranMu akan keakuanku
Mengingat kelembutan sinar dimataMu
Maafkan aku……
Maafkanlah aku….
Izinkan aku kembali padaMu
Izinkan aku merasakan lagi kasih itu
Aku mencintaiMu…..
Jujur…aku sangat mencintaiMu
Takkan pernah kutinggalkan lagi cinta ini…
Itu janjiku……..
Thursday, November 29, 2007
I Love You
Kesal Ku
Maafkan lah aku kawan
telah terlalu lama
kita tidak berbicara;
aku yang membisu di sini
bukan melupai nilai persahabatan;
hanya mencari ruang
buat ku mengemis peluang
untuk menyatakan segala kesalan.
Maafkan aku kawan,
bicara ku yang lalu,
amat biadap ku rasakan;
meski tidak kau berkata
namun sesekali dingin bayu dari desa ku
membawa bahang yang panas di kota ku.
Sekali ini,
maafkan aku kawan,
tidak akan ku ungkit kembali cerita lama - yang semestinya melukakan
Hanya...
harapan ku
izinkan aku menyiram kembali
pepohon persahabatan dengan sari mawar
diiringi keikhlasan
agar kembali segar dan mekar
dan semoga kita bisa berbicara lagi.
telah terlalu lama
kita tidak berbicara;
aku yang membisu di sini
bukan melupai nilai persahabatan;
hanya mencari ruang
buat ku mengemis peluang
untuk menyatakan segala kesalan.
Maafkan aku kawan,
bicara ku yang lalu,
amat biadap ku rasakan;
meski tidak kau berkata
namun sesekali dingin bayu dari desa ku
membawa bahang yang panas di kota ku.
Sekali ini,
maafkan aku kawan,
tidak akan ku ungkit kembali cerita lama - yang semestinya melukakan
Hanya...
harapan ku
izinkan aku menyiram kembali
pepohon persahabatan dengan sari mawar
diiringi keikhlasan
agar kembali segar dan mekar
dan semoga kita bisa berbicara lagi.
Hikayat Sang Pencinta


Dulu,
kau pernah bertanya
mengundang sekeping hati ini,
untuk menjaid milik mu.
kau pernah bertanya
mengundang sekeping hati ini,
untuk menjaid milik mu.
Dan aku
hadir bersama harapan
agar kau tidak mempersiakan diriku.
Pernah juga kau bertanya
apa aku tidak menyesal memenuhi permintaan mu?
Lantas aku tersenyum,
dan kau tahu ertinya.
Tapi,
seperti dongengan rakyat,
si pengail dan puteri bongsu
yang telah hilang baju lelayangnya,
itulah dirimu dan diriku
dan aku tahu noktahnya di sini.
hadir bersama harapan
agar kau tidak mempersiakan diriku.
Pernah juga kau bertanya
apa aku tidak menyesal memenuhi permintaan mu?
Lantas aku tersenyum,
dan kau tahu ertinya.
Tapi,
seperti dongengan rakyat,
si pengail dan puteri bongsu
yang telah hilang baju lelayangnya,
itulah dirimu dan diriku
dan aku tahu noktahnya di sini.
Kini,
kau kembali
membuka tirai Hikayat Malim Deman,
mencari kekasih yang telah dikecewakan,
Kau memujuk hati ini agar menjadi milikmu,
lantas aku bertanya,
kemanakah cinta mu selama ini?
Aku tahu,
penyesalan itu ada di rongga dada mu.
Hati ini berbisik,
"untuk apa menyesali cinta yang tak pasti
kerana hari ini ia akan kembali
esok ia akan pergi...
hilang dalam kekesalan yang tak sudah..."
kau kembali
membuka tirai Hikayat Malim Deman,
mencari kekasih yang telah dikecewakan,
Kau memujuk hati ini agar menjadi milikmu,
lantas aku bertanya,
kemanakah cinta mu selama ini?
Aku tahu,
penyesalan itu ada di rongga dada mu.
Hati ini berbisik,
"untuk apa menyesali cinta yang tak pasti
kerana hari ini ia akan kembali
esok ia akan pergi...
hilang dalam kekesalan yang tak sudah..."
Wednesday, November 28, 2007
Suratan Atau Kebetulan
Mengapa..Rindu Datang Lagi Berhadapan..
Menjerut Jiwa Tersedia Berpenghuni Kenyataan..
Bukan Dicari..Ia Datang Sendiri secara Kebetulan..
Menjadikan Malam Suram Bercahaya Kembali Mampan..
Kenapa..Aku Yang Terpilih Untuk diberi Dugaan..
Tatkala Kebahagiaan Tidak Mahu Berdalih Walau Sepapan..
Merantai cinta.. Memeluk Kalbu Pengharapan..
Membangkitkan Amarah Sang Penunggu Yang DiAmanahkan..
Dimana..Engkau Temui Rindu Itu Duhai Teman..
Dalam Hati..Atau Suratan Kamu sekelian..
Rasanya Tidak Perlu..Kamar Rinduku Sudah Ada Tetamu Sezaman..
Bukan Menolak..Tetapi Takutkan Bergolakan..
Kemana..Kemana Nak ku Letakkan..
Jika Ruang Ini..Sudah Sempit Dengan Pengucapan..
Namun Kedegilan Mencetuskan Kemarahan..
Masihkan Mahu Di Teruskan..
Andai Bunga Yang Dirindu..Sudah Berteman..
Bagaimana..Dua Rindu Satu Hati Ditakdirkan..
Terbahagikah Kebahagiaan Setiap Masa dan Peredaran..
Sanggupkah di Kongsi Sesama Meneruskan..
Tidak Pernah Wujudkah Lafaz Cemburu dan kebosanan..
Atau Permusuhan Akan Berlagu-lagu Dahagakan Kemenangan..
Macamana..Harus Hakim Hati Membuat Keputusan..
Antara Tuntutan Akal berlawan Fikiran..
Keduanya Punya Kelebihan..
Hanya Sang empunya Hati Bebas Tentukan..
Samada Memilih Suratan Atau Kebetulan..
Menjerut Jiwa Tersedia Berpenghuni Kenyataan..
Bukan Dicari..Ia Datang Sendiri secara Kebetulan..
Menjadikan Malam Suram Bercahaya Kembali Mampan..
Kenapa..Aku Yang Terpilih Untuk diberi Dugaan..
Tatkala Kebahagiaan Tidak Mahu Berdalih Walau Sepapan..
Merantai cinta.. Memeluk Kalbu Pengharapan..
Membangkitkan Amarah Sang Penunggu Yang DiAmanahkan..
Dimana..Engkau Temui Rindu Itu Duhai Teman..
Dalam Hati..Atau Suratan Kamu sekelian..
Rasanya Tidak Perlu..Kamar Rinduku Sudah Ada Tetamu Sezaman..
Bukan Menolak..Tetapi Takutkan Bergolakan..
Kemana..Kemana Nak ku Letakkan..
Jika Ruang Ini..Sudah Sempit Dengan Pengucapan..
Namun Kedegilan Mencetuskan Kemarahan..
Masihkan Mahu Di Teruskan..
Andai Bunga Yang Dirindu..Sudah Berteman..
Bagaimana..Dua Rindu Satu Hati Ditakdirkan..
Terbahagikah Kebahagiaan Setiap Masa dan Peredaran..
Sanggupkah di Kongsi Sesama Meneruskan..
Tidak Pernah Wujudkah Lafaz Cemburu dan kebosanan..
Atau Permusuhan Akan Berlagu-lagu Dahagakan Kemenangan..
Macamana..Harus Hakim Hati Membuat Keputusan..
Antara Tuntutan Akal berlawan Fikiran..
Keduanya Punya Kelebihan..
Hanya Sang empunya Hati Bebas Tentukan..
Samada Memilih Suratan Atau Kebetulan..
Subscribe to:
Posts (Atom)

